Patrolihukum.net // KOTA PROBOLINGGO – kemeriahan Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menyisakan pekerjaan besar bagi para petugas kebersihan.
Begitu rombongan peserta pawai terakhir melewati rute yang telah ditentukan, petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo langsung bergerak cepat membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang jalur pawai.
Aksi tersebut dilakukan pada Minggu malam (13/9/2026). Tanpa menunggu hingga keesokan harinya, petugas kebersihan langsung menyisir sejumlah titik yang sebelumnya dipadati peserta maupun masyarakat yang menyaksikan jalannya pawai.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur Pawai Budaya terlihat dipenuhi aktivitas masyarakat. Antusiasme warga bahkan sudah terasa sejak sebelumnya. Para peserta pawai diketahui telah mempersiapkan berbagai perlengkapan di sejumlah titik, termasuk kawasan Jalan Brak, sebelum pelaksanaan acara.
Pawai Budaya sendiri mengambil titik awal dari kawasan Kantor Wali Kota Probolinggo di Jalan Raya Panglima Sudirman, Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.
Besarnya jumlah peserta dan penonton secara otomatis juga menghasilkan volume sampah yang tidak sedikit. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kebersihan untuk segera mengembalikan kondisi jalan seperti sebelum kegiatan berlangsung.
Namun, pemandangan berbeda terlihat setelah peserta terakhir meninggalkan jalur pawai.
Para petugas kebersihan DLH langsung turun menyapu dan mengangkut berbagai sampah yang tertinggal di sepanjang rute. Gerak cepat tersebut membuat ruas jalan secara bertahap kembali bersih sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan kondisi lingkungan yang lebih tertata.
Salah seorang penonton, Kiki, mengaku mengapresiasi respons cepat para petugas kebersihan.
Menurutnya, keberadaan petugas DLH tidak boleh dipandang sebelah mata karena mereka berada di garis depan dalam menjaga kebersihan kota setelah kegiatan besar yang melibatkan ribuan masyarakat.
“Salut melihat petugas kebersihan. Begitu pawai selesai, mereka langsung bekerja membersihkan sampah. Tidak menunggu besok, tetapi langsung diselesaikan malam itu juga,” ujar Kiki.
Ia menilai pekerjaan petugas kebersihan sering kali tidak terlalu terlihat ketika sebuah kegiatan berlangsung. Namun, peran mereka justru sangat menentukan agar wajah Kota Probolinggo tetap bersih dan nyaman setelah sebuah kegiatan besar selesai.
“Terima kasih kepada para pejuang kebersihan yang selalu menjaga kebersihan dan keindahan Kota Probolinggo,” tambahnya.
Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo berlangsung meriah. Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya penonton di sejumlah titik sepanjang rute pawai.
Tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sejumlah pedagang memanfaatkan keramaian untuk menawarkan makanan, minuman, dan berbagai produk kepada para pengunjung.
Namun, di balik kemeriahan tersebut terdapat konsekuensi yang harus dihadapi, salah satunya persoalan sampah.
Semakin banyak masyarakat yang berkumpul, semakin besar pula potensi timbulan sampah di sepanjang lokasi kegiatan. Karena itu, keberadaan petugas kebersihan menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari suksesnya penyelenggaraan kegiatan publik.
Gerak cepat petugas DLH setelah acara berakhir menunjukkan bahwa kebersihan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Justru setelah kerumunan bubar, pekerjaan para petugas kebersihan dimulai untuk mengembalikan wajah kota seperti semula.
Apresiasi terhadap para petugas kebersihan pun menjadi catatan tersendiri. Mereka bekerja di tengah sisa aktivitas masyarakat agar ruas jalan yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan besar dapat kembali bersih dan nyaman.
Ditempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Agus Dwiwantoro, S.STP., M.Si., saat dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi seluruh petugas kebersihan yang telah menjalankan tugas dengan maksimal dalam mendukung pelaksanaan Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo.
Menurut Agus, kegiatan dengan jumlah peserta dan penonton yang besar tentu memiliki konsekuensi terhadap kebersihan lingkungan. Karena itu, DLH telah menyiagakan petugas untuk melakukan penanganan sampah setelah kegiatan berakhir.
“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh petugas kebersihan yang sudah melaksanakan tugas dengan baik. Setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar tentu berpotensi menimbulkan sampah. Karena itu, setelah kegiatan selesai, kami berupaya agar sampah yang ada di sepanjang rute segera ditangani dan kondisi lingkungan kembali bersih.”
Agus menegaskan, menjaga kebersihan Kota Probolinggo bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebersihan.
“Kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami tentu berharap masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan kegiatan juga ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.”
Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut menjaga ketertiban dan kebersihan selama pelaksanaan Pawai Budaya.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat, peserta pawai, pelaku UMKM dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan sehingga dapat berlangsung dengan baik. Petugas kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam menjaga kebersihan lingkungan Kota Probolinggo.”
Dengan demikian, kemeriahan Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo tidak hanya meninggalkan kesan bagi masyarakat dan pelaku UMKM, tetapi juga memperlihatkan kerja senyap para petugas kebersihan.
Ketika sebagian besar masyarakat telah kembali ke rumah, para “pahlawan kebersihan” justru masih berjibaku menyapu dan mengangkut sisa sampah.
Mereka mungkin tidak berada di atas panggung dan tidak mendapat sorotan ketika acara berlangsung. Namun, kerja mereka menjadi bagian penting untuk memastikan wajah Kota Probolinggo tetap bersih, indah dan nyaman setelah sebuah perhelatan besar berakhir.
(Edi D/*)















