Pada hari Sabtu, 12 September 2026, Purnawirawan TNI dan Polri yang tergabung dalam organisasi Pepabri (Persatuan Purnawirawan TNI dan Polri) akan menggelar peringatan hari ulang tahun yang ke-67 di Surabaya, Jawa Timur. Acara ini bukan hanya menjadi sebuah momen untuk merayakan usia Pepabri yang semakin dewasa, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat ikatan sejarah dan persatuan di anggotanya. Pepabri memiliki sejarah panjang sebagai wadah yang menghimpun purnawirawan dari dua institusi penting di Indonesia, yaitu TNI dan Polri.
Pepabri didirikan dengan tujuan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan para purnawirawan, serta berkontribusi kepada negara melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dalam perjalanannya, organisasi ini telah banyak memberikan dukungan dalam pembangunan nasional serta turut berpartisipasi dalam upaya pertahanan dan keamanan negara. Kegiatan yang dilakukan oleh Pepabri sering kali mencerminkan komitmen para anggotanya untuk tetap menjadi bagian dari masyarakat, meskipun telah pensiun dari tugas aktif mereka.
Peringatan ini akan menjadi momentum yang signifikan bagi Pepabri, karena tidak hanya merayakan prestasi dan keberhasilan yang telah diraih, tetapi juga mengingatkan tentang pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga persatuan. Acara ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh anggota, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara. Selain itu, kegiatan ini juga berharap dapat menarik perhatian masyarakat umum terhadap peran penting purnawirawan dalam dinamika sosial dan politik yang tengah berlangsung di Indonesia.
Pada peringatan 67 tahun Pepabri, Ketua Umum Pepabri Jenderal TNI (Hor) Agum Gumelar mengemukakan tema yang sangat signifikan, yakni "Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa". Tema ini mencerminkan komitmen Pepabri dalam memperkuat semangat nasionalisme dan rasa persatuan di kalangan warga Indonesia, khususnya generasi muda. Pemilihan tema ini bukanlah tanpa alasan, mengingat saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada tantangan yang kompleks, yang membutuhkan suatu ikhtiar kolektif untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan.
Jenderal Agum menyampaikan bahwa "api perjuangan" merujuk pada semangat juang yang harus senantiasa dijaga oleh setiap elemen masyarakat. Dalam konteks ini, perjuangan yang dimaksud bukan hanya berlandaskan pada upaya mempertahankan kemerdekaan, tetapi juga dalam konteks pengembangan masyarakat, peningkatan kualitas hidup dan penegakan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Melalui tema ini, Pepabri ingin mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menyemarakkan semangat perjuangan, yang sejatinya merupakan warisan para pahlawan.
Pemilihan Surabaya sebagai lokasi kegiatan ini juga memiliki makna historis yang mendalam. Surabaya, yang dikenal sebagai kota pahlawan, memiliki peranan penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Di sinilah banyak peristiwa heroik terjadi, yang menunjukkan semangat keberanian dan pengorbanan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan. Dengan menggelar event penting ini di Surabaya, Pepabri berharap dapat menyuntikkan rasa patriotisme dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya menghargai sejarah, sebagai salah satu pilar dalam menguatkan persatuan bangsa.
Secara keseluruhan, tema peringatan ini tidak hanya relevan dengan kondisi terkini, tetapi juga mengedukasi masyarakat akan arti penting dari peran serta setiap individu dalam membangun bangsa. Dalam konteks ini, Pepabri berusaha untuk menegaskan kembali bahwa persatuan adalah kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan yang ada.
Peringatan 67 tahun Pepabri di Surabaya merupakan momentum penting tidak hanya untuk menghormati jasa para pahlawan, tetapi juga untuk menanamkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda. Dalam konteks ini, sejarah perjuangan bangsa menjadi acuan bagi anak-anak muda untuk memahami pahit manis yang dilalui oleh para pendahulu dalam merebut kemerdekaan. Agum Gumelar, seorang tokoh penting dalam acara ini, menekankan pentingnya mengenali sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia berkata, "Kita tidak dapat melupakan sejarah kita; belajar dari masa lalu adalah kunci untuk membangun masa depan yang gemilang."
Pentingnya mengenang jasa pahlawan tidak hanya terletak pada pengakuan, tetapi juga pada pendidikan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda. Di Surabaya, perjuangan melawan penjajahan telah meninggalkan jejak yang dalam, dan itu perlu dipertahankan melalui upaya-upaya yang melibatkan generasi muda. Acara ini juga bertujuan untuk menyampaikan kepada mereka bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dalam bentuk yang berbeda, seperti mempertahankan kedaulatan negara dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya persatuan.
Melalui acara ini, diharapkan generasi muda Surabaya dapat terinspirasi untuk tidak hanya menghargai sejarah, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kemajuan bangsa. Dengan mengenal sejarah perjuangan masyarakat Surabaya, anak-anak muda diajak untuk berpikir kritis mengenai tantangan yang dihadapi saat ini dan bagaimana mereka dapat berperan dalam mengatasinya. Dalam perspektif ini, sejarah bukanlah sekadar catatan masa lalu, tetapi juga pendorong semangat untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Pepabri, yang merupakan singkatan dari Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, memegang peranan penting dalam menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama masa pengabdian para purnawirawan TNI dan Polri. Dalam rangka memperingati HUT ke-67, organisasi ini menegaskan komitmen yang kuat dari anggotanya untuk terus berkontribusi kepada bangsa dan negara, meskipun mereka telah pensiun dari dinas aktif. Pepabri percaya bahwa pengabdian tidak berhenti setelah mengenakan seragam, melainkan terus berlanjut dalam bentuk pemikiran dan tindakan yang mendukung kemajuan dan persatuan bangsa.
Salah satu fokus utama Pepabri saat ini adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Dengan berlandaskan pengalaman dan kepemimpinan yang telah mereka miliki, para purnawirawan TNI dan Polri memiliki kemampuan untuk berbagi pandangan dan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Pepabri mengajak anggotanya untuk berperan aktif dalam berbagai aspek, mulai dari kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, hingga pendidikan untuk generasi berikutnya agar nilai-nilai nasionalisme tetap terjaga.
Tantangan yang dihadapi saat ini memang sangat beragam, mulai dari perpecahan sosial, isu politik, hingga ancaman terorisme. Dalam menghadapi semua itu, Pepabri menekankan pentingnya sinergi berbagai elemen bangsa. Para purnawirawan diharapkan dapat menjadi jembatan pemerintah dan masyarakat, serta dapat memberikan panduan dalam mengatasi problematika yang ada. Komitmen Pepabri untuk tetap aktif dalam pengabdian kepada bangsa diharapkan dapat menginspirasi semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun negara yang lebih baik.















