Lumajang, Patrolihukum.net – Upaya pencegahan paham radikalisme terus digencarkan aparat kepolisian melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat. Kali ini, Kasubnit Densus 88 Brimob Polda Jawa Timur menggelar sosialisasi penguatan moderasi pendidikan agama Islam sebagai benteng menangkal radikalisme di tengah masyarakat, bertempat di Pondok Pesantren Manarul Qur’an, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan wali murid Pondok Pesantren Manarul Qur’an yang tampak antusias mengikuti materi dan arahan yang disampaikan para narasumber.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kasubnit Densus 88 Brimob Polda Jatim Kompol Totok Suhartono, anggota Densus 88 Brigadir Harus, serta Bhabinkamtibmas Polsek Sukodono Briptu Ronny.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menanamkan nilai-nilai cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada anak sejak usia dini. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran paham radikalisme yang kini mulai menyasar kalangan pelajar dan anak-anak.
Kapolsek Sukodono AKP Ernowo mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap pengaruh ideologi radikal yang dapat mengancam persatuan bangsa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya wali murid, agar lebih memahami pentingnya moderasi beragama dan menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak sejak dini,” ujar AKP Ernowo.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam mengawasi perkembangan anak, termasuk dalam penggunaan media sosial dan lingkungan pergaulan yang berpotensi menjadi pintu masuk penyebaran paham radikal.
“Kami mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan indikasi atau aktivitas yang mengarah pada radikalisme, terutama di lingkungan anak-anak sekolah, agar segera melapor kepada pihak kepolisian maupun aparat setempat,” tambahnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya Kompol Totok Suhartono menegaskan bahwa radikalisme tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyusup melalui berbagai cara, termasuk melalui media digital dan lingkungan pendidikan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara orang tua, tenaga pendidik, tokoh agama, dan aparat keamanan dalam menjaga generasi muda agar tidak terpapar paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh keakraban. Para wali murid juga diberi kesempatan berdialog dan menyampaikan pertanyaan terkait upaya pencegahan radikalisme di lingkungan pendidikan dan keluarga.
Dengan adanya sosialisasi tersebut, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta bersama-sama menangkal penyebaran paham radikalisme demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Lumajang. (Edi D/*)



























3 Komentar