PROBOLINGGO – Rasa aman masyarakat di Kabupaten Probolinggo kembali dipertanyakan. Di tengah kekhawatiran warga terhadap maraknya aksi kriminalitas jalanan seperti begal, kini teror ledakan petasan berdaya ledak tinggi mulai menghantam permukiman warga. Peristiwa mencekam itu terjadi di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Senin dini hari (11/05/2026), dan memicu kepanikan luas di tengah masyarakat.
Sebuah rumah milik warga berinisial MM menjadi sasaran aksi teror yang diduga dilakukan secara sengaja oleh orang tak dikenal. Ledakan keras yang terjadi saat sebagian besar warga tengah tertidur itu membuat suasana desa mendadak gempar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 02.20 WIB. Dalam kondisi lingkungan yang sepi, seorang pria misterius yang disebut mengenakan jaket hitam mendekati rumah korban sebelum akhirnya melemparkan bahan peledak jenis petasan dengan daya ledak tinggi ke arah bangunan rumah.

Ledakan yang terjadi sesaat kemudian terdengar cukup keras hingga membuat warga sekitar terbangun dan keluar rumah. Sejumlah warga mengaku sempat mengira terjadi ledakan tabung gas atau korsleting listrik sebelum mengetahui bahwa sumber suara berasal dari rumah korban.
Akibat ledakan tersebut, bagian depan rumah mengalami kerusakan cukup parah. Kaca jendela pecah berkeping-keping dan serpihannya terpental hingga ke ruang tamu. Tidak hanya itu, sebuah mobil milik korban yang terparkir di halaman rumah juga mengalami kerusakan akibat terkena material ledakan.
Selain kerusakan fisik, dampak psikologis yang ditimbulkan dinilai jauh lebih mengkhawatirkan. Korban beserta keluarga dikabarkan mengalami trauma berat lantaran ledakan terjadi saat dini hari ketika penghuni rumah sedang beristirahat.
“Ini bukan lagi kenakalan biasa. Kalau sudah melempar bahan peledak ke rumah warga saat orang tidur, ini sudah teror yang sangat membahayakan,” ujar salah satu warga sekitar yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat Kabupaten Probolinggo. Warga menilai situasi keamanan semakin memprihatinkan karena tindak kriminal tidak lagi hanya terjadi di jalan raya, tetapi mulai masuk ke area permukiman dan mengancam keselamatan warga di rumah mereka sendiri.
“Warga sudah lelah. Di jalan kami dihantui begal, di dalam rumah pun nyawa kami terancam. Kami butuh bukti nyata keamanan, bukan sekadar janji,” tegas Fadil, warga setempat dengan nada kecewa.
Sorotan tajam juga datang dari Ketua LSM LIBAS88, Muhyiddin Evyni. Ia mendesak aparat kepolisian bertindak cepat dan serius dalam mengusut kasus tersebut hingga tuntas.
Muhyiddin menilai aksi pelemparan petasan berdaya ledak tinggi ke rumah warga bukan sekadar tindakan iseng, melainkan bentuk intimidasi dan teror yang berpotensi menghilangkan nyawa seseorang.
“Kami dari LIBAS88 mengutuk keras aksi brutal ini. Polisi jangan hanya mengejar pelaku lapangan, tetapi juga harus mengungkap siapa otak di balik semua ini. Kami berharap pelaku maupun dalang di belakang aksi teror ini segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Muhyiddin Evyni.
Ia juga meminta aparat penegak hukum tidak meremehkan kasus tersebut karena dampaknya sangat luas terhadap rasa aman masyarakat. Menurutnya, bila tidak segera ditindak tegas, aksi serupa dikhawatirkan akan kembali terulang dan memicu keresahan publik yang lebih besar.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari jajaran Polres Probolinggo di bawah kepemimpinan Kapolres Probolinggo AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, SH., SIK., MSi.
Publik kini mempertanyakan sejauh mana ketegasan aparat dalam mengungkap pelaku teror tersebut. Warga berharap kepolisian segera melakukan penyelidikan mendalam, termasuk menelusuri motif pelaku, rekaman CCTV di sekitar lokasi, hingga kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi kondisi keamanan di Kabupaten Probolinggo. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap rasa aman, aparat penegak hukum dinilai perlu menunjukkan tindakan nyata dan respons cepat agar kepercayaan publik tidak semakin terkikis.
Masyarakat Alassumur Kulon kini hanya berharap satu hal sederhana: dapat tidur dengan tenang tanpa dihantui ancaman ledakan maupun aksi kriminal yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan mereka. (Bbg/*)
- Diduga Laporan Ancaman Preman Cafe Diabaikan, Polsek Toili Disorot Tidak Punya Nyali: Warga Minta Kapolda Sulteng Turun Tangan
- Ribuan Pelari Padati Probolinggo, Fun Run Halbi 2026 Jadi Ajang Silaturahmi Sekaligus Gaya Hidup Sehat
- Judi Dadu Diduga Masih Jalan di Pasar Ngemplak, Kasat Reskrim Tulungagung Bungkam Saat Dikonfirmasi


























3 Komentar