Morut – Tepatnya pada Senin 30 Maret 2026, Kepada awak media ini, beberapa sumber pemerhati lingkungan hidup yang engan di publikasikan namanya, menyesalkan atas tindakan personil BKSDA di Morowali Utara dalam menjalankan tugasnya, yang mana di duga berbau tendensius bahkan dalam penindakan tidak mampu berlaku adil, sehingga di minta pimpinan BKSDA Sulawesi Tengah, untuk mengambil sikap, melakukan evaluasi serta pembinaan terhadap personil yang di duga tidak berlaku adil, “harapnya.
Bahkan kalau perlu kami meminta dengan hormat kepada kepala BKSDA Sulteng, lakukan penyegaran terhadap personilnya, atau mutasi ke papua, apa bila memang ada jalur nya, agar dapat mendidik jiwa yang hanya mementingkan segelintir orang, buktinya kasian pemilik kayu yang di cincang, sementara yang lain tidak di lakukan hal serupa bahkan di biarkan melakukan pengiriman,” ucapnya.

Oleh sebab itu dengan adanya perlakuan yang tidak adil bagi masyarakat dapat mencederai prinsip – prinsip keadilan yang beradab, sebagimana tertuang dalam Pancasila Sila ke – 5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, “tegasnya.
Lanjut, Adapun pembalakan liar yang mereka lakukan itu melanggar hukum, dan tidak bisa kita benarkan, namun tidak serta merta melakukan hal tersebut, yang seharusnya mari kita mengadakan pendekatan dan merangkul mereka dengan memberikan pandangan melalui sosialisasi, sehingga mereka sebagai rakyat dapat merasakan kehadiran dan kepedulian negara melalui tangan dingin kita sebagai pengayom yang mengayomi, sehingga tercipta kebersamaan dalam menjaga hutan cagar alam tersebut.
Ingat para pelaku pembalakan liar adalah manusia yang punya hati, perasaan dan pikiran yang berakal sehat, oleh sebab itu ketika kita mendapati mereka melakukan pembalakan liar, marilah mengedepankan humanis dalam menyampaikan pendapat atau tindakan, sehingga mereka dapat menerima setiap tindakan yang kita lakukan atas dasar Undang-undang yang berkeadilan, jangan timbang pilih, sehingga dapat menciptakan situasi yang kondusif,”tegasnya.
Lebih lajut lagi, ditempat yang berbeda salah satu tokoh masyarakat yang enggan di publik namanya menjelaskan, yang mana saat ini kepala BKSDA Sulteng di tantang integritasnya sebagai pimpinan, apakah punya nyali atau di duga tidak punya nyali untuk melakukan evaluasi serta pembinaan bahkan penyegaran personilnya yang bertugas di wilayah hukum Morowali Utara, atau di duga kepala BKSDA Sulteng.
Bahkan kalau memang punya jalur, mutasi ke papua guna penyegaran, jiwa nasionalisme antara sesama umat beragama, yang hidup dalam bingkai NKRI. Harga Mati,”jelasnya.
Oleh sebab itu kalau mau di tindaki jangan hanya sebagian orng namun menyeluruh yang melakukan aktivitas di hutan cagar alam , karena saat ini di duga yang dekat api adem adem saja, yang jauh dari api di tindaki, kalau seperti itu bukan keadilan melainkan keinginan,” tutupnya.
sampai berita ini tayang beberapa pihak terkait belum bisa di konfirmasi.
Lp. Tim Redaksi.


























