Menu

Mode Gelap
TNI AD Berjuang Bersama Rakyat, Kodim 0820 Peringati Hari Juang Ke-79 Polsek Widang Tingkatkan Patroli di Perbatasan Jelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 Advokat Muda Salamul Huda Nahkodai GP Ansor Kota Probolinggo Masa Khidmat 2024-2029 88 Karateka Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kodim 1009/Tanah Laut Peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke-79, Dandim Tanah Laut Ajak Rakyat Bersama TNI Jaga NKRI HUT Ke-10 Sanggar Seni Reog Singo Lawu: Dukungan PKB Marelan

Pemerintah

“Jiwitan Si Manis”, Inovasi Sosial ASN Kecamatan Maron untuk Menekan Stunting

badge-check


“Jiwitan Si Manis”, Inovasi Sosial ASN Kecamatan Maron untuk Menekan Stunting Perbesar

Probolinggo, Patrolihukum.net – Upaya menurunkan angka prevalensi stunting terus dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Salah satu langkah inovatif datang dari Pemerintah Kecamatan Maron yang meluncurkan gerakan sosial bertajuk “Jiwitan Si Manis”, sebuah inisiatif gotong royong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu pemenuhan gizi keluarga sasaran stunting.

Gerakan ini menjadi simbol kepedulian sosial ASN Kecamatan Maron yang tidak hanya mengandalkan program formal pemerintah, tetapi juga mendorong partisipasi langsung melalui aksi nyata berbasis nilai-nilai budaya lokal.

“Jiwitan Si Manis”, Inovasi Sosial ASN Kecamatan Maron untuk Menekan Stunting

“Jiwitan Si Manis” merupakan akronim dari Jimpitan Wujudkan Intervensi Nyata Stunting, sebuah gerakan yang diilhami dari tradisi jimpitan, budaya gotong royong masyarakat Jawa dalam mengumpulkan sumbangan secara sukarela demi kepentingan bersama.

Camat Maron, Nurhafiva, mengatakan bahwa inovasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih adanya anak-anak yang mengalami stunting, khususnya di keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Gerakan ini muncul dari rasa empati dan kepedulian ASN Kecamatan Maron terhadap persoalan stunting. Kami ingin ikut bertanggung jawab, tidak hanya melalui kebijakan administratif, tetapi lewat gerakan moral yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Nurhafiva, Jumat (9/1/26).

Selaras dengan RPJMD dan Target IPM

Menurut Nurhafiva, Gerakan “Jiwitan Si Manis” sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), khususnya dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penurunan angka stunting.

Penanganan stunting, lanjut dia, tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping sosial, hingga partisipasi masyarakat.

“Stunting bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut ekonomi, pola asuh, dan kesadaran bersama. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara kolaboratif,” katanya.

ASN Sisihkan Rezeki, Donasi Dibuka Setiap Jumat Manis

Dalam implementasinya, ASN Kecamatan Maron secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya yang kemudian dikumpulkan dalam kaleng donasi yang ditempatkan di setiap ruangan kantor kecamatan. Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada keluarga dengan anak stunting yang benar-benar membutuhkan.

Uniknya, donasi tersebut dibuka dan disalurkan secara rutin setiap bulan pada momen “Jumat Manis”, sebuah istilah yang dipilih sebagai simbol keberkahan dan kepedulian.

“Budaya jimpitan kami hidupkan kembali dalam konteks kekinian. ASN secara sukarela berbagi, lalu hasilnya disalurkan untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak stunting,” jelas Nurhafiva.

Penentuan Penerima Berbasis Data Kesehatan

Agar bantuan tepat sasaran, penentuan keluarga penerima manfaat dilakukan melalui koordinasi dengan Puskesmas, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), bidan desa, serta kader posyandu di masing-masing wilayah desa.

Dengan pendekatan berbasis data dan pendampingan lapangan, bantuan yang diberikan diharapkan benar-benar berdampak pada perbaikan status gizi anak.

“Penyaluran akan kami kawal bersama tenaga kesehatan dan kader di lapangan. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Dikawal Tim Inovasi, Dijaga Transparansi

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kecamatan Maron telah membentuk Tim Penyusun Gagasan Inovasi melalui Keputusan Camat Maron. Tim ini bertugas menyusun mekanisme pelaksanaan, memastikan transparansi pengelolaan dana, serta menjaga keberlanjutan program agar tidak bersifat seremonial.

Nurhafiva menyadari bahwa kontribusi Gerakan “Jiwitan Si Manis” mungkin tidak serta-merta menurunkan angka stunting secara signifikan dalam waktu singkat. Namun, ia menegaskan bahwa setiap upaya kecil tetap memiliki arti besar.

“Mungkin dampaknya tidak langsung besar, tetapi sekecil apa pun peluang untuk membantu penurunan stunting akan kami ambil dan maksimalkan. Tidak berbuat apa-apa justru jauh lebih berbahaya,” tegasnya.

Harapan Tumbuhnya Kesadaran Kolektif

Melalui Gerakan “Jiwitan Si Manis”, Pemerintah Kecamatan Maron berharap tumbuh kesadaran kolektif dan budaya saling peduli di tengah masyarakat. Dengan demikian, penanganan stunting tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar program, tetapi ikhtiar sosial. Harapannya, semangat gotong royong ini bisa menular dan menjadi contoh bagi wilayah lain,” pungkas Nurhafiva.

(Bambang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Saatnya Berbenah Pemdes dan Kecamatan! Mediasi di Desa Tak Ungkap Persil 18, Baru Terbuka di Kecamatan: Ada Apa dengan Data Tanah Desa Sumber Probolinggo?

5 Maret 2026 - 14:40 WIB

Saatnya Berbenah Pemdes dan Kecamatan! Mediasi di Desa Tak Ungkap Persil 18, Baru Terbuka di Kecamatan: Ada Apa dengan Data Tanah Desa Sumber Probolinggo?

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Gelar Evaluasi di Posko Linggang Amer

5 Maret 2026 - 12:29 WIB

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar Gelar Evaluasi di Posko Linggang Amer

Siapa Dalang Dibalik Persil 18 Tak Tercatat di Buku C? Muncul Dugaan Kejanggalan Administrasi dan Permainan Data di Sumber Probolinggo

5 Maret 2026 - 11:29 WIB

Siapa Dalang Dibalik Persil 18 Tak Tercatat di Buku C? Muncul Dugaan Kejanggalan Administrasi dan Permainan Data di Sumber Probolinggo

Berangkat ke Sasaran TMAB dan MCK, Serka Joko Bertemu Pejuang Cilik di Atas Penyeberangan Sungai Mahakam

4 Maret 2026 - 18:04 WIB

Berangkat ke Sasaran TMAB dan MCK, Serka Joko Bertemu Pejuang Cilik di Atas Penyeberangan Sungai Mahakam

Ditegur Pemberitaan, Camat Wonomerto Gerak Cepat: Perangkat Desa Diminta Pilih Jabatan atau Mundur

4 Maret 2026 - 16:41 WIB

Ditegur Pemberitaan, Camat Wonomerto Gerak Cepat: Perangkat Desa Diminta Pilih Jabatan atau Mundur
Trending di Kabar Viral