Patrolihukum.net, PROBOLINGGO — Upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis wilayah kembali ditegaskan melalui kegiatan Tasyakuran Swasembada Pangan yang digelar di Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi antara petani, pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, serta unsur TNI dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri Camat Wonomerto, Danramil Wonomerto yang diwakili, Babinsa setempat, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Wonomerto, para pengurus KTNA, kelompok tani, serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wonomerto yang baru, Febti Suryani.

Dalam sambutannya, Febti Suryani menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan kembali dirinya di lingkungan BPP Pertanian Wonomerto. Ia menegaskan komitmennya untuk bekerja bersama petani dan seluruh pemangku kepentingan demi meningkatkan hasil pertanian di wilayah tersebut.
“Saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih telah diterima kembali di BPP Pertanian Wonomerto. Sebagai koordinator, saya berharap seluruh pihak terus bersemangat bersama-sama meningkatkan hasil pertanian Wonomerto agar semakin melimpah,” ujar Febti.
Febti menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antara penyuluh, petani, serta dukungan pemerintah dan aparat kewilayahan. Menurutnya, peran kelompok tani menjadi kunci dalam mengadopsi inovasi pertanian yang sesuai dengan kondisi lokal.
Sementara itu, Camat Wonomerto dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Koordinator BPP yang dinilainya bukan sosok baru di lingkungan Kecamatan Wonomerto. Ia menyebut kehadiran kembali Febti Suryani sebagai penguatan bagi sektor pertanian daerah.
“Koordinator BPP ini bukan orang baru, wajah lama yang kembali bergabung di Kecamatan Wonomerto. Kami berharap ini menjadi energi baru bagi kemajuan pertanian,” kata Camat Wonomerto.
Camat juga mengapresiasi kehadiran perwakilan Koramil Wonomerto, Ketua KTNA Kecamatan, serta seluruh kelompok tani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Ia mendorong para petani untuk tidak berhenti berinovasi, khususnya melalui penerapan formula dan metode pertanian yang telah dikembangkan di masing-masing kelompok tani.
“Petani Wonomerto harus terus berinovasi dengan formula yang sudah ada di kelompok-kelompok tani. Jangan cepat puas, karena tantangan pertanian ke depan semakin kompleks,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua KTNA Kecamatan Wonomerto menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani. Salah satu fokus yang disampaikan adalah optimalisasi distribusi bantuan benih, khususnya benih padi varietas Inpari 32, serta pengembangan tanaman pertanian lainnya di wilayah Wonomerto.
“Kami akan terus berjuang dengan formula KTNA untuk meningkatkan distribusi benih bantuan, termasuk padi Inpari 32 dan komoditas lainnya, agar hasil pertanian Wonomerto semakin baik,” ujarnya.
Kegiatan tasyakuran ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur atas capaian pertanian, tetapi juga menjadi ruang evaluasi dan penguatan sinergi lintas sektor. Kehadiran unsur TNI melalui Babinsa dinilai turut memperkuat pendampingan kepada petani, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi dan keamanan wilayah pertanian.
Melalui kegiatan ini, Kecamatan Wonomerto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program swasembada pangan nasional dengan memperkuat peran petani lokal, penyuluh pertanian, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
(Bambang/)*
























