Patrolihukum.net, Probolinggo – Menjelang pergantian tahun 2025 menuju Tahun Baru 2026, keluarga besar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Aktivis Probolinggo (JakPro) mengajak masyarakat untuk menyambut momen akhir tahun dengan penuh kesadaran, ketertiban, serta semangat refleksi diri.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua LSM JakPro, Badrus Seman, yang menilai bahwa pergantian tahun bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan memperbaiki langkah ke depan.

“Banyak orang merayakan malam pergantian tahun bersama keluarga, sahabat, maupun kolega. Namun lebih dari itu, akhir tahun seharusnya menjadi waktu untuk melihat kembali apa yang telah kita lalui, rencana apa yang sudah terwujud, dan apa yang perlu diperbaiki ke depan,” ujar Badrus Seman, Rabu (31/12).
Menurutnya, menyambut tahun baru idealnya dilakukan dengan sikap yang lebih bijak dan penuh harapan. Ia mengingatkan bahwa masa lalu adalah bagian dari sejarah yang menyimpan banyak pelajaran, sementara hari ini adalah proses, dan masa depan adalah harapan yang harus diisi dengan langkah-langkah yang lebih baik.
“Akhiri setiap tahun dengan mengambil pelajaran yang baik, dan mulai tahun yang baru dengan menunjukkan bahwa kita telah belajar dari masa lalu. Masa lalu adalah sejarah, hari ini adalah goresan, dan hari esok adalah harapan,” katanya.
Badrus menggambarkan tahun baru sebagai lembaran kertas kosong yang siap ditulisi. Menurutnya, setiap individu memiliki peran untuk menorehkan goresan pena terbaik dalam kehidupan, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
“Tahun baru ibarat membuka lembaran baru berupa kertas kosong. Kertas itu akan kita isi dengan goresan pena yang indah dan bermakna. Di situlah nilai kehidupan dan kontribusi kita diuji,” ujarnya.
Selain pesan reflektif, LSM JakPro juga menyoroti aspek keamanan dan keselamatan masyarakat selama momentum pergantian tahun. Badrus mengimbau warga Probolinggo dan sekitarnya agar lebih berhati-hati, khususnya bagi mereka yang merayakan malam tahun baru di ruang publik seperti pinggir jalan, alun-alun kota, maupun pusat keramaian lainnya.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Probolinggo dan sekitarnya agar lebih berhati-hati saat merayakan tahun baru, terutama di lokasi-lokasi keramaian. Jaga tutur kata dan perilaku agar tidak memicu bentrok antarwarga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan di jalan raya, mengingat potensi kecelakaan lalu lintas cenderung meningkat menjelang dan saat malam pergantian tahun, terutama pada periode H-3 hingga malam puncak perayaan.
“Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan, kami minta lebih berhati-hati saat berkendara. Risiko kecelakaan cukup tinggi di momen ini. Keselamatan diri dan orang lain harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Melalui pesan tersebut, LSM JakPro berharap perayaan Tahun Baru 2026 di Probolinggo dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh makna. Badrus menegaskan bahwa esensi pergantian tahun bukan terletak pada kemeriahan semata, melainkan pada kesiapan setiap individu untuk menjadi pribadi dan warga masyarakat yang lebih baik.
“Semoga Tahun Baru 2026 menjadi awal yang penuh harapan, persatuan, dan keselamatan bagi seluruh masyarakat Probolinggo,” pungkasnya. (Bambang/**)











