Probolinggo, Patrolihukum.net — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan dan pembinaan yang lebih manusiawi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan assessment kesehatan dan psikososial di Klinik Rutan pada Kamis (4/12/2025), sebagai bagian dari agenda rutin peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.
Kegiatan assessment ini tidak sekadar pemeriksaan kesehatan biasa, melainkan proses evaluasi menyeluruh yang mencakup kondisi fisik, mental, hingga kebutuhan psikososial setiap WBP. Pemeriksaan dilakukan dengan metode terstruktur untuk memastikan hasil yang akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan program pembinaan individual.

Assessment sebagai Fondasi Pembinaan Humanis
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan bahwa assessment merupakan standar penting dalam pemasyarakatan modern yang menekankan pendekatan humanis dan berbasis kebutuhan.
“Assessment ini penting agar kita memiliki data lengkap terkait kondisi kesehatan dan kebutuhan psikososial WBP. Dengan begitu, kami dapat memberikan layanan yang tepat sasaran dan mendukung proses pembinaan secara menyeluruh,” ujar Galih.
Menurutnya, data kesehatan yang akurat menjadi kunci dalam merancang strategi pembinaan yang lebih efektif dan responsif. Rutan Kraksaan, kata Galih, terus berupaya menjaga prinsip layanan transparan, humanis, dan profesional.
“Melalui assessment ini, kami berharap kualitas kesehatan para WBP dapat dipantau lebih baik dan risiko penyakit dapat diminimalkan sejak dini,” tambahnya.
Pemeriksaan Teliti oleh Tim Klinik
Sementara itu, Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan Kraksaan, M. Yasin Zaini, menjelaskan bahwa assessment dilaksanakan langsung oleh tim klinik rutan dengan prosedur terukur mulai dari pengecekan fisik, riwayat medis, hingga aspek psikologis.
“Kami memastikan setiap WBP diperiksa dengan teliti, terutama yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Tujuannya untuk pencegahan dini serta penanganan medis yang lebih cepat,” jelas Yasin.
Ia menekankan bahwa wawancara psikososial menjadi bagian penting dalam mendeteksi kebutuhan pembinaan lebih lanjut, baik terkait stabilitas emosional, motivasi, maupun faktor sosial keluarga.
“Hasil assessment ini menjadi acuan penting bagi petugas dalam merancang program pembinaan dan perawatan yang lebih optimal,” imbuhnya.
Langkah Berkelanjutan untuk Lingkungan Pemasyarakatan Sehat dan Aman
Rutan Kraksaan memastikan kegiatan seperti ini akan terus diperkuat sebagai bagian dari transformasi layanan pemasyarakatan. Upaya tersebut sejalan dengan misi menciptakan lingkungan rutan yang lebih sehat, aman, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pembinaan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih sehat, aman dan manusiawi,” tutup Yasin.
Kegiatan assessment ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dianggap sebagai langkah progresif dalam memastikan hak dasar kesehatan bagi WBP terpenuhi, sekaligus meningkatkan efektivitas pembinaan di dalam rutan.
(Bambang)




























